Minggu, 14 November 2010

Hantu pohon

Di suatu daerah pinggiran kota
terdapat sebuah kuburan tua yang cukup
angker. Namun, sudah menjadi rahasia
umum bahwa kuburan tersebut merupakan
tempatnya anak-anak muda yang suka
berbuat mesum.

Seorang pemuda yang agak 'oon bernama
Amir merasa penasaran dengan
adanya "kegiatan-kegiatan" di kuburan
itu. Memberanikan diri, suatu malam ia
datang ke areal pekuburan itu dan
bersembunyi di atas salah satu pohon
beringin. Pohon tua itu cukup lebat
sehingga tidak akan terlihat dari
bawah apabila ada yang bersembunyi di
atas dahannya.

Singkat cerita, datang pasangan muda-
mudi yang sudah tidak kuat menahan
nafsu.Berduaan mereka memasuki areal
pekuburan dan berhenti tepat di bawah
sebuah pohon beringin, tempat di mana
Amir bersembunyi.

Sang pemuda berkata,"Yang...kita kan
sudah lama pacaran. Gimana kalo
sekarang kita 'begituan'..Abang udah
gak kuat nih.."

Si gadis yang masih lugu menjawab
sambil tersipu malu,"Ah..jangan
bang..malu ah kalo ada orang yang
lewat terus ngeliat kita.."

Pemuda kembali berkata,"Tenang aja
tempat ini sepi banget dan di sini
hanya ada kita berdua..Ayo
dong,yang,pasti nikmat banget dech.."

Gadis itu pun kembali menjawab,"Tapi
bang..itu kan dosa..terus gimana kalo
aku hamil..Aku takut bang.."

Pemuda itu dengan enteng
menjawab,"Tenang aja..kalo urusan itu
kita serahin aja sama yang di
atas..Ayo,yang.."

Belum sempat mereka memulai, tiba-tiba
dari atas pohon terdengar
umpatan "....Sialan kalian ! Enak
aja..situ yang enak..situ yang
asyik..kenapa sini yang tanggung
jawab..!!?"

Pemuda dan gadis,"???"

Rokok dan Motor

Pelajar Yang asyik merokok saat nunggu bus, ditegur oleh seorang polisi.

Polisi : “Kenapa kamu merokok?”

Pelajar : “Saya suka, Pak.”

Polisi : “Dari mana uang kamu untuk membeli rokok?”

Pelajar : “Dari uang jajan Saya.”

Polisi : “Sehari kamu habis berapa? Dan harganya berapa?”

Pelajar : “Paling satu bungkus dan harganya sekitar Rp 8.000,- Pak.”

Polisi : “Kenapa uang Rp 8.000,- kamu bakar setiap hari?
Coba kamu kumpulkan uang itu selama setahun, mungkin kamu bisa membeli sepeda motor, tidak perlu menunggu bus yang berdesakan seperti saat ini.”

Pelajar : “Sekarang saya boleh tanya sama bapak?”

Polisi : “Tentu.”

Pelajar : “Apakah bapak merokok?”

Polisi : “Tentu tidak.”

Pelajar : “Kok Bapak ndak punya Motor

Sabtu, 13 November 2010

Kamu pilih pertama kan

Pada suatu malam, Sumar sedang asyik nonton bola di TV. Tiba-tiba istrinya mengusik keasyikan yang bagi Sumar sangat mengganggu.
” Mas, lampu teras mati, tolong dong pasangin yang baru”
” Masang lampu ? Enak aja, kamu kira aku ini PLN apa?”
” Ya, udah kalau nggak mau” Sambil pergi istrinya ke kamar mandi mau pipis. Dari kamar mandi dia berteriak, ” Mas Sumar! Baknya kosong!
Krannya rusak nih! Betulin dulu dong!”
Sambil berteriak juga Sumar menjawab, ” Enak aja kamu nyuruh, memangnya aku ini petugas PDAM apa?”
Rupanya istri Sumar cukup sabar. Ia masih mau pakai sisa air yang ada. Namun ketika ia ke dapur mau merebus air untuk membuatkan kopi suaminya, ternyata minyak tanahnya juga habis.Kompornya tidak mau nyala. Bingung juga dia besok pagi mau pakai apa kalau tidak beli minyak sekarang. Cepat-cepat dia mendatangi suaminya yang nampak semakin keasyikan di depan televisi. ” Mas!” Teriaknya agak memaksa. ” Minyak tanahnya habis, beliin dong, itung-itung sambil beli rokok.
Mau beli sendiri aku takut! Keburu tutup nih, Masss!”
Nampaknya habis juga kesabaran Sumar, ” Apa beli minyak??, kamu benar-benar menjengkelkan, memangnya aku ini PERTAMINA, ya!”
Sambil berkata begitu Sumar pergi, dia menonton bola dirumah temannya. Pulang-pulang jam 2 pagi. Begitu pulang, Sumar kaget. Lampu teras sudah nyala, Dirigen minyak tanah sudah penuh. Lebih kaget lagi, kran dikamar mandi sudah betul. Dalam hati Sumar bertanya-tanya. Siapa gerangan yang
mau menolong istrinya pada malam-malam bigini? Karena penasaran, paginya Sumar langsung bertanya pada istrinya
” Siapa yang menolong kamu tadi malam? ”
Mendengar pertanyaan suaminya, istrinya menghapiri suaminya sambil menjelaskan. ” Begini lho mas, waktu kamu pergi tadi malam, aku langsung keluar dan menangis keras-keras di halaman rumah. Eeee..tiba-tiba datang seorang lelaki ganteng dan gagah menghampiriku. Dia bertanya,
” Kenapa menangis?” Aku jawab sejujurnya. ” Lampu terasku mati, minyak tanahku habis, kranku rusak, lalu dia menawarkan pertolongan bersyarat”
” Apa syaratnya?”
” Dia menawarkan dua pilihan, yang pertama aku disuruh membuatkan roti untuknya sebagai imbalan, yang kedua aku harus mau tidur dengannya”
” Tidur aja kan?”
” Gundulmu, ya tidur dengan segala isinya…”
” Lalu kamu pilih yang Mana..?” Jantung Sumar mulai berguncang.
” Sebentar…..” Kata istrinya.
” Kamu pilih yang pertama kan? Kamu pilih bikin Roti kan? Iya kan…? kamu pilih bikin roti kan?”
” Bikin roti?, kamu pikir aku HOLLAND BAKERY………

Minggu, 14 November 2010

Hantu pohon

Di suatu daerah pinggiran kota
terdapat sebuah kuburan tua yang cukup
angker. Namun, sudah menjadi rahasia
umum bahwa kuburan tersebut merupakan
tempatnya anak-anak muda yang suka
berbuat mesum.

Seorang pemuda yang agak 'oon bernama
Amir merasa penasaran dengan
adanya "kegiatan-kegiatan" di kuburan
itu. Memberanikan diri, suatu malam ia
datang ke areal pekuburan itu dan
bersembunyi di atas salah satu pohon
beringin. Pohon tua itu cukup lebat
sehingga tidak akan terlihat dari
bawah apabila ada yang bersembunyi di
atas dahannya.

Singkat cerita, datang pasangan muda-
mudi yang sudah tidak kuat menahan
nafsu.Berduaan mereka memasuki areal
pekuburan dan berhenti tepat di bawah
sebuah pohon beringin, tempat di mana
Amir bersembunyi.

Sang pemuda berkata,"Yang...kita kan
sudah lama pacaran. Gimana kalo
sekarang kita 'begituan'..Abang udah
gak kuat nih.."

Si gadis yang masih lugu menjawab
sambil tersipu malu,"Ah..jangan
bang..malu ah kalo ada orang yang
lewat terus ngeliat kita.."

Pemuda kembali berkata,"Tenang aja
tempat ini sepi banget dan di sini
hanya ada kita berdua..Ayo
dong,yang,pasti nikmat banget dech.."

Gadis itu pun kembali menjawab,"Tapi
bang..itu kan dosa..terus gimana kalo
aku hamil..Aku takut bang.."

Pemuda itu dengan enteng
menjawab,"Tenang aja..kalo urusan itu
kita serahin aja sama yang di
atas..Ayo,yang.."

Belum sempat mereka memulai, tiba-tiba
dari atas pohon terdengar
umpatan "....Sialan kalian ! Enak
aja..situ yang enak..situ yang
asyik..kenapa sini yang tanggung
jawab..!!?"

Pemuda dan gadis,"???"

Rokok dan Motor

Pelajar Yang asyik merokok saat nunggu bus, ditegur oleh seorang polisi.

Polisi : “Kenapa kamu merokok?”

Pelajar : “Saya suka, Pak.”

Polisi : “Dari mana uang kamu untuk membeli rokok?”

Pelajar : “Dari uang jajan Saya.”

Polisi : “Sehari kamu habis berapa? Dan harganya berapa?”

Pelajar : “Paling satu bungkus dan harganya sekitar Rp 8.000,- Pak.”

Polisi : “Kenapa uang Rp 8.000,- kamu bakar setiap hari?
Coba kamu kumpulkan uang itu selama setahun, mungkin kamu bisa membeli sepeda motor, tidak perlu menunggu bus yang berdesakan seperti saat ini.”

Pelajar : “Sekarang saya boleh tanya sama bapak?”

Polisi : “Tentu.”

Pelajar : “Apakah bapak merokok?”

Polisi : “Tentu tidak.”

Pelajar : “Kok Bapak ndak punya Motor

Sabtu, 13 November 2010

Kamu pilih pertama kan

Pada suatu malam, Sumar sedang asyik nonton bola di TV. Tiba-tiba istrinya mengusik keasyikan yang bagi Sumar sangat mengganggu.
” Mas, lampu teras mati, tolong dong pasangin yang baru”
” Masang lampu ? Enak aja, kamu kira aku ini PLN apa?”
” Ya, udah kalau nggak mau” Sambil pergi istrinya ke kamar mandi mau pipis. Dari kamar mandi dia berteriak, ” Mas Sumar! Baknya kosong!
Krannya rusak nih! Betulin dulu dong!”
Sambil berteriak juga Sumar menjawab, ” Enak aja kamu nyuruh, memangnya aku ini petugas PDAM apa?”
Rupanya istri Sumar cukup sabar. Ia masih mau pakai sisa air yang ada. Namun ketika ia ke dapur mau merebus air untuk membuatkan kopi suaminya, ternyata minyak tanahnya juga habis.Kompornya tidak mau nyala. Bingung juga dia besok pagi mau pakai apa kalau tidak beli minyak sekarang. Cepat-cepat dia mendatangi suaminya yang nampak semakin keasyikan di depan televisi. ” Mas!” Teriaknya agak memaksa. ” Minyak tanahnya habis, beliin dong, itung-itung sambil beli rokok.
Mau beli sendiri aku takut! Keburu tutup nih, Masss!”
Nampaknya habis juga kesabaran Sumar, ” Apa beli minyak??, kamu benar-benar menjengkelkan, memangnya aku ini PERTAMINA, ya!”
Sambil berkata begitu Sumar pergi, dia menonton bola dirumah temannya. Pulang-pulang jam 2 pagi. Begitu pulang, Sumar kaget. Lampu teras sudah nyala, Dirigen minyak tanah sudah penuh. Lebih kaget lagi, kran dikamar mandi sudah betul. Dalam hati Sumar bertanya-tanya. Siapa gerangan yang
mau menolong istrinya pada malam-malam bigini? Karena penasaran, paginya Sumar langsung bertanya pada istrinya
” Siapa yang menolong kamu tadi malam? ”
Mendengar pertanyaan suaminya, istrinya menghapiri suaminya sambil menjelaskan. ” Begini lho mas, waktu kamu pergi tadi malam, aku langsung keluar dan menangis keras-keras di halaman rumah. Eeee..tiba-tiba datang seorang lelaki ganteng dan gagah menghampiriku. Dia bertanya,
” Kenapa menangis?” Aku jawab sejujurnya. ” Lampu terasku mati, minyak tanahku habis, kranku rusak, lalu dia menawarkan pertolongan bersyarat”
” Apa syaratnya?”
” Dia menawarkan dua pilihan, yang pertama aku disuruh membuatkan roti untuknya sebagai imbalan, yang kedua aku harus mau tidur dengannya”
” Tidur aja kan?”
” Gundulmu, ya tidur dengan segala isinya…”
” Lalu kamu pilih yang Mana..?” Jantung Sumar mulai berguncang.
” Sebentar…..” Kata istrinya.
” Kamu pilih yang pertama kan? Kamu pilih bikin Roti kan? Iya kan…? kamu pilih bikin roti kan?”
” Bikin roti?, kamu pikir aku HOLLAND BAKERY………